Kenalanyuk dengan sosok Nadia Nesa.Berikut fakta unik Nadia Nesa, YouTuber dengan konten perkenalkan budaya Sumatera Barat.. Nadia Nesa merupakan seorang Youtuber asal Bukittinggi, Sumatera Barat yang lahir pada 2 Juni 1995. Nadia Nesa kini berusia 25 tahun.. BACA JUGA: Fakta dan Profil Kiara Leswara, YouTuber dan Beauty Influencer Cantik yang Curi Perhatian
SekarangYoutube Yudist Ardhana sudah menempati peringkat ke-25 di Indonesia. Ini adalah sebuah prestasi yang membanggakan karena nggak banyak konten kreator atau Youtuber dari Bali yang sukses di kancah nasional. Konten video yang diunggah di Youtube Yudha sangat variatif, mulai dari sulap, prank, eksperimen, vlog, review, sampai aktivitas
Namunberbeda dengan seorang pesulap asal Bali, yang juga youtuber prank, Yudist Ardhana. Yudist, sapaan akrabnya, mengaku bahwa dirinya seorang introvert, tertutup dan agak susah untuk bersosialisasi. Pria dengan tinggi 190cm ini termasuk hobi foto (foto: instagram/yudistardhana) Itulah sekelumit fakta menarik seputar magician asal Bali
0views, 0 likes, 0 loves, 0 comments, 0 shares, Facebook Watch Videos from Yudist Ardhana: KLIK Rekomendasi Belanja Baju Dan
YudistArdhana, Kota Bandar Lampung, Lampung. 11 likes · 64 talking about this. Memperkenalkan Provinsi Lampung ke Ranah Internasional
arti mimpi hanyut di sungai menurut islam. BALI, - Nama Yudist Ardhana 34 tak bisa dipisahkan jadi perjalanan panjang industri YouTube Indonesia. Pria kelahiran 13 Oktober 1987 di Denpasar itu merintis karier menjadi content creator di YouTube sejak Januari 2016. Setelah lebih dari lima tahun menjadi YouTuber, kini ia telah memiliki lebih dari 10 juta subscriber untuk kanal YouTubenya 'Yudist Ardhana' dan lebih dari 1 juta followers di akun Instagram juga Kisah Youtuber Situbondo Raih Jutaan dari Bikin Konten Tutorial Furniture hingga Bisa Beli Mobil Kini, pria yang akrab disapa Yudist tersebut telah banyak dikenal masyarakat dan telah menjadi salah satu Youtuber tersukses di Pulau Dewata bahkan di Indonesia. Dari magician jadi YouTuber Yudist memulai karir di industri YouTube pada Januari 2016. Namun, jauh sebelum itu, namanya sudah dikenal di industri hiburan tanah air sebagai seorang magician atau pesulap. Dunia sulap merupakan hobi Yudist sejak tahun 2008. Selain sukses memiliki toko yang menjual alat sulap, hobi tersebut juga mengantarkan dirinya ke panggung pertunjukan sulap. "Jadi, tahun 2014 mulai show, menerima panggilan untuk tampil di weeding, ulang tahun, dan event-event corporation lainnya," kata Yudist, saat berbincang dengan di Denpasar, Senin 25/10/2021. Yudist mengaku, perjalanan menjadi pesulap tak berjalan mulus. Saat ia kembali ke Pulau Dewata, profesi sebagai pesulap menghadapi tantangan yang berat. Alasannya sederhana, banyak event-event besar yang membutuhkan tenaga pesulap digelar di Ibu Kota DKI Jakarta. "Event besar itu biasanya di Jakarta. Ketika meraka ada event di Bali, mereka membawa tim dari jakarta, bawa EO, performance dari Jakarta," kata dia. Berangkat dari keresahan itu, Yudist kemudian melihat potensi dunia digital dan platform YouTube pada akhir 2015. Nama-nama seperti Andovi da Lopez dan Jovial da Lopez, Reza Arap, Raditya Dika, Edho Zell, Chandra Liow, hingga Bayu Skak mampu mendorong Yudist untuk terjun ke industri YouTube Indonesia. "Bayu Skak itu dari malang. Dari sana kemudian saya melihat peluang, saya mulai melek bahwa YouTube ini bisa bikin orang daerah dikenal se-nasional," kata dia. Konten keseruan Yudist dikenal sering mengunggah berbagai konten seperti sulap, prank, eksperimen, vlog, review, dan aneka keseruan lainnya. Jejaknya dalam pembuatan content digital cukup mentereng. Misalnya, ia pernah berkolaborasi dengan Raffi Ahmad, Baim Wong, Ria Ricis, Panji Petualang, Merry Riana hingga Demian Aditya. Namun, saat pertama kali terjun ke dunia YouTube, Yudist mengawalinya dengan konten sulap. Seperti cara duduk melayang, merubah kertas menjadi uang, cara mendapatkan nomor telepon perempuan dengan kartu sulap dan sejenisnya. "Konten sulap itu berlangsung selama setahun. terus kemudian ganti konten, waktu itu sulap itu ada kendala, salah-satunya sulap itu tidak bisa di ulang-ulang, sedangkan YouTube itu kan kita harus upload terus dengan beda. Jadi, untuk menciptakan ide baru sangat berat kalau dituntut untuk terus upload di YouTube," tutur dia. Satu tahun setalahnya, yakni di tahun 2017, Yudist memilih konten prank sebagai konten andalannya. Konten itu berjalan berjalan hingga tahun 2018. Konten unggulan Yudist yang terus berjalan hingga saat ini adalah konten keseruan. Dimulai sejak tahun 2019, konten ini mampu mengantarkan Yudist memiliki hampir 11 juta subscriber. Baca juga Cerita Siboen, YouTuber Lulusan SD Berpenghasilan Rp 150 Juta, Sempat Dikira Pesugihan Kini, Yudist mengaku tengah fokus menggarap kontent keseruan yang berkaitan dengan hobi dan olahraga. "Semua yang berbau hobi kita kontenin sama olaharaga juga. kenapa? karena pandmi ini banyak orang nganggur, jadi hobi-hobi pada naik," pungkas dia. Modal Rp 100 Juta Perjalanan menjadi YouTuber tak selalu mulus. Hal itu juga dialami oleh Yudist. Di tahun pertamanya, ia bahkan harus merogoh uang sekitar Rp 100 juta untuk ia investasikan di seluruh konten YouTube miliknya. Rp 100 juta tersebut ia alokasikan untuk keperluan sewa kamera, lensa, bayar editor, hingga properti konten yang harus digunakan. "Satu tahun itu hampir sekitar 60 video, itu uang yang dikeluarkan sekitar Rp 100 juta," kata dia. Buah kerja keras Yudist di industri YouTube baru dirasakan di tahun kedua. Ia mengaku mendapat pemasukan dari YouTube sekitar jutaan. "Tahun ketiga itu saya baru meraskan endorse pertama, nah di sana saya merasa industri ini bisa di profesionalkan. Ada tawaran job, dari perusahaan besar, nilainya lumayan besar," kata dia. Yudist mengatakan, sumber pemasukan YouTube tak hanya didapat dari adsense. Endorse atau brand deal juga sangat berpengaruh terhadap pendapatan. Dari pendapatannya tersebut, Yudist mengaku sudah bisa mempekerjakan 15 orang tim yang tergabung dalam manajemen. "Kalau ditanya tim, mulai tahun ketiga di 2018 sudah punya tim, jadi punya satu orang, dia itu jadi kameramen dan editor, terus bertambah jadi 3-4 orang dan seterusnya. Hari ini sudah 15 orang," terang dia. Maju meski di daerah Yudist mengatakan, memasuki era industri digital menjadi salah satu hal mutlak yang wajib diperhitungkan dalam berbagai bidang pekerjaan. Sebab, digital dapat menembus jarak, ruang, dan waktu, bahkan beberapa pihak menyebut bisnis digital adalah bisnis anti-krisis. Atas dasar itu, ia mendorong seluruh anak muda tak ragu jika ingin terjun ke industri digital. Meski di daerah, peluang untuk maju dan berkembang tetaplah sama. Baca juga Cerita Pedagang Cilok Beralih Jadi YouTuber, Kini Penghasilannya Rp 10 Juta per Bulan "Hari ini itu sudah zamannya digital, bahkan sebelum pandemi itu sudah jamannya Jadi buat teman-teman semua, manfaatkan internet sebaik-baiknya, karena sudah tidak ada lagi yang namanya daerah, ibu kota, semuanya sama dengan memanfaatkan internet," kata dia. "Terus kepada subscriber saya, terima kasih selalu nonton dan selalu dukung, pokoknya apa yang saya buat itu semua hiburan, semoga teman-teman terhibur," ujar dia. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
BALI, - Nama Yudist Ardhana 34 tak bisa dipisahkan jadi perjalanan panjang industri YouTube Indonesia. Pria kelahiran 13 Oktober 1987 di Denpasar itu merintis karier menjadi content creator di YouTube sejak Januari 2016. Setelah lebih dari lima tahun menjadi YouTuber, kini ia telah memiliki lebih dari 10 juta subscriber untuk kanal YouTubenya 'Yudist Ardhana' dan lebih dari 1 juta followers di akun Instagram juga Kisah Youtuber Situbondo Raih Jutaan dari Bikin Konten Tutorial Furniture hingga Bisa Beli Mobil Kini, pria yang akrab disapa Yudist tersebut telah banyak dikenal masyarakat dan telah menjadi salah satu Youtuber tersukses di Pulau Dewata bahkan di Indonesia. Dari magician jadi YouTuber Yudist memulai karir di industri YouTube pada Januari 2016. Namun, jauh sebelum itu, namanya sudah dikenal di industri hiburan tanah air sebagai seorang magician atau pesulap. Dunia sulap merupakan hobi Yudist sejak tahun sukses memiliki toko yang menjual alat sulap, hobi tersebut juga mengantarkan dirinya ke panggung pertunjukan sulap. "Jadi, tahun 2014 mulai show, menerima panggilan untuk tampil di weeding, ulang tahun, dan event-event corporation lainnya," kata Yudist, saat berbincang dengan di Denpasar, Senin 25/10/2021. Yudist mengaku, perjalanan menjadi pesulap tak berjalan mulus. Saat ia kembali ke Pulau Dewata, profesi sebagai pesulap menghadapi tantangan yang berat. Alasannya sederhana, banyak event-event besar yang membutuhkan tenaga pesulap digelar di Ibu Kota DKI Jakarta. "Event besar itu biasanya di Jakarta. Ketika meraka ada event di Bali, mereka membawa tim dari jakarta, bawa EO, performance dari Jakarta," kata dia. Berangkat dari keresahan itu, Yudist kemudian melihat potensi dunia digital dan platform YouTube pada akhir 2015. Nama-nama seperti Andovi da Lopez dan Jovial da Lopez, Reza Arap, Raditya Dika, Edho Zell, Chandra Liow, hingga Bayu Skak mampu mendorong Yudist untuk terjun ke industri YouTube Indonesia. "Bayu Skak itu dari malang. Dari sana kemudian saya melihat peluang, saya mulai melek bahwa YouTube ini bisa bikin orang daerah dikenal se-nasional," kata dia.
tinggi badan yudist ardhana