Jumlahtersebut ditambahkan mulai tanggal satu sampai akhir bulan dan dimasukkan ke dalam rumus. Sekarang, rumah sakit tahu prevalensi IDO bulan tersebut dan sebagai bonus, pimpinan ruang rawat inap bedah bisa menghitung berapa banyak sumber daya yang dipakai untuk mengurus IDO dan apakah prevalensi ini menurun atau tidak dari bulan ke bulan Untukmenilai keberhasilan rumah sakit dalam menjaga maupun meningkatkan mutu diperlukan indikator-indikator tertentu. Indikator ini telah disusun dengan WHO untuk menjadi modal bagi rumah sakit untuk melaksanakan self-assesment tersebut. 1. Indikator Pelayanan Non Bedah, terdiri dari: a. Angka Pasien dengan Dekubitus; b. IndikatorIndikator Pelayanan Rumah Sakit[BOR, AVLOS, TOI, BTO, GDR, NDR] Indikator-indikator pelayanan rumah sakit dapat dipakai untuk mengetahui tingkat pemanfaatan, mutu, dan efisiensi pelayanan rumah sakit. Indikator-indikator berikut bersumber dari sensus harian rawat inap : 1. BOR (Bed Occupancy Ratio = Angka penggunaan tempat tidur) BOR Di tengah lonjakan kasus Covid-19, angka keterisian tempat tidur di rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR) masih cukup menampung pasien. Sejumlah rumah sakit di daerah juga menjamin ketersediaan tempat tidur dan tenaga kesehatannya. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan keterisian tempat tidur untuk isolasi kasus Covid DepKes RI) BOR Rumus Jml Hari Perawatan (HP) X 100 Jml TT X Jml hari pada periode yg sama Manfaat: u/ mengetahui Tingkat pemanfaatan tt di RS Interpretasi: Angka BOR rendah menunjukkan Kurangnya pemanfaatan fasilitas perawatan RS oleh masyarakat LOS / AvLOS LOS= Lama perawatan pasien di rumah sakit Average Length of Stay (AvLOS)= Rata-rata arti mimpi hanyut di sungai menurut islam. 100% found this document useful 1 vote8K views7 pagesDescriptionmenghitung BOR rumah sakitCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 1 vote8K views7 pagesCara Menghitung BOR Rumah SakitJump to Page You are on page 1of 7 You're Reading a Free Preview Pages 4 to 6 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Di sebuah rumah sakit dimungkin terjadinya penambahan ataupun pengurangan jumlah tempat tidur. Dengan adanya penambahan ataupun pengurangan ini maka akan mempengaruhi perhitungan BOR Bed Occupancy Ratio = Angka penggunaan tempat tidur, terutama jika perubahan jumlah tempat tidur dalam sebuah periode perhitungan BOR. BOR Bed Occupancy Ratio = Angka penggunaan tempat tidur BOR adalah the ratio of patient service days to inpatient bed count days in a period under consideration Huffman. 1994. BOR adalah prosentase pemakaian tempat tidur pada satuan waktu tertentu Depkes RI. 2005, Kementerian Kesehatan 2011. Indikator ini memberikan gambaran tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan tempat tidur rumah sakit. Nilai parameter BOR yang ideal adalah antara 60-85% Depkes RI. 2005, Kementerian Kesehatan 2011. Rumus BOR = Jumlah hari perawatan rumah sakit / Jumlah tempat tidur x Jumlah hari dalam satu periode X 100% Jika terjadi perubahan penambahan ataupun pengurangan jumlah tempat tidur dalam periode perhitungan BOR, maka BOR dapat dihitung dengan cara berikut ini Kasus Penambahan Tempat Tidur RS ABC memiliki tempat tidur 100. Pada tanggal 25 Januari 2016 terjadi penambahan 20 TT. Jumlah total hari perawatan hingga akhir periode Januari 2016 = 2500. Maka untuk menghitung BOR periode Januari 2016 yaitu / 100x24+120x7 x 100% = 77,16 % Rumus BOR Penambahan Tempat Tidur = Jumlah hari perawatan /Jumlah TT periode sebelum penambahan x jumlah hari periode sebelum penambahan+Jumlah TT setelah penambahan x Jumlah hari periode setelah penambahan x 100 % Kasus Pengurangan Tempat Tidur RS ABC memiliki tempat tidur 100. Pada tanggal 25 Januari 2016 terjadi pengurangan 5 TT. Jumlah total hari perawatan hingga akhir periode Januari 2016 = 2500. Maka untuk menghitung BOR periode Januari 2016 yaitu / 100x24+95x7 x 100% = 81,57 % Rumus BOR Pengurangan Tempat Tidur = Jumlah hari perawatan /Jumlah TT periode sebelum pengurangan x jumlah hari periode sebelum pengurangan +Jumlah TT setelah pengurangan x Jumlah hari periode setelah pengurangan x 100 % Arti Indikator BOR Arti indikator BOR ini adalah semakin tinggi nilai BOR berarti semakin tinggi penggunaan tempat tidur di pelayanan kesehatan yang digunakan untuk perawatan pasien. Semakin banyak pasien yang menggunakan tempat tidur berarti pula semakin besar beban kerja petugas di fasilitas pelayanan kesehatan tersebut. Nilai indikator BOR yang rendah berarti semakin sedikit tempat tidur yang digunakan untuk merawat pasien dibandingkan dengan tempat tidur yang tersedia. Jumlah pasien yang sedikit menimbulkan masalah pendapatan ekonomi bagi pihak fasilitas pelayanan kesehatan. Pasien sedikit ini juga akan menimbulkan pertanyaan bagaimana pelayanan di fasilitas kesehatan tersebut. Dengan melihat indikator BOR ini maka perlu adanya suatu sistem yang ideal untuk menyeimbangkan kualitas pelayanan medis, kepuasan pasien, keselamatan pasien, kesejahteraan petugas sehingga akan berpegaruh terhadap pendapatan bagi pihak fasiitas pelayanan kesehatan. Baca juga Perbedaan Lama Dirawat dengan Hari Perawatan dalam Perhitungan Indikator Pelayanan Rumah Sakit Referensi Contoh Perhitungan BOR LOS TOI BTO GDR NDROleh hakayuci Data indikator pelayanan rawat inap BOR LOS TOI BTO GDR NDR bersumber dari data sensus harian rawat inap. Berikut ini contoh data yang sudah direkap dari sensus harian raat inap Data Periode Bulan Januari a. Jumlah tempat tidur = 232b. Jumlah pasien keluar hidup dan mati = 1138c. Jumlah pasien keluar mati = 48 = 16e. Total jumlah pasien keluar mati c+d = 44f. Jumlah total hari perawatan / hari rawat = 3794g. Jumlah total lama dirawat = 4066h. Jumlah hari periode bulan Januari = 31 hari Rumus BOR = Jumlah hari perawatan / Jumlah tempat tidur x Jumlah hari dalam satu periode X 100%BOR = f / a x h = 3794 /232 x 31 x 100% = 52,75 %Rumus AVLOS = Jumlah lama dirawat / Jumlah pasien keluar hidup + matiAVLOS = g / b = 4066 / 1138 = 3,57 hariRumus TOI = Jumlah tempat tidur X Periode – Hari perawatan / Jumlah pasien keluar hidup + matiTOI = a x h - f / b = 233 x 31 - 3794 / 1138 = 2,99 hariRumus BTO = Jumlah pasien keluar hidup + mati / Jumlah tempat tidurBTO = b / a = 1138 / 232 = 4,91 kaliRumus GDR = Jumlah pasien mati seluruhnya / Jumlah pasien keluar hidup + mati X 1000 permilGDR = e / b x 1000 permil = 44 / 1138 x 1000 = 38,66 ‰Rumus NDR = Jumlah pasien mati > 48 jam / Jumlah pasien keluar hidup + mati X 1000 permilNDR = d / b x 1000 permil = 16 /1138 x 1000 = 14,06 ‰-Itulah Contoh Perhitungan BOR LOS TOI BTO GDR NDR. Untuk Mengetahui bagaimana cara menghitung jumlah hari perawatan dan jumlah lama dirawat silahkan baca disini Menghitung jumlah hari perawatanMenghitung jumlah lama dirawat coming soonDarimana sumber data indikator pelayanan rawat inap berasal, bisa baca disini Membuat rekap data sensus harian rawat inap coming soonDan bagaimana analisis dari indikator pelayanan rawat inap, bisa baca disini Analisis indikator pelayanan BOR LOS TOI BTO GDR NDR coming soonSemoga bermangfangat. Menghitung Jumlah Hari Perawatan untuk Menghitung Indikator Pelayanan Rawat Inap Oleh perawatan kadang disebut hari rawat saja digunakan untuk menghitung BOR Bed Occupancy Ratio = Angka penggunaan tempat tidur dan TOI Turn Over Interval = Tenggang perputaran tempat tidur. Hari perawatan menunjukkan banyaknya beban merawat pasien dalam suatu periode. Dalam kata lain merupakan jumlah pasien yang dirawat pada suatu periode hari/bulan/tahun. Hari perawatan menggunakan satuan hari pasien. Rumus BOR = Jumlah hari perawatan rumah sakit / Jumlah tempat tidur x Jumlah hari dalam satu periode X 100%Rumus TOI = Jumlah tempat tidur X Periode – Hari perawatan / Jumlah pasien keluar hidup + matiDalam suatu rumah sakit dalam merawat pasien rawat inap ada proses pasien masuk, sedang dirawat dan pasien keluar atau pulang hidup / meninggal / dirujuk. Jumlah pasien dirawat setiap harinya harus dihitung, sehingga dari proses tersebut dapat menghasilkan jumlah pasien yang dirawat per hari. Perhitungan ini masuk dalam kegiatan sensus harian rawat inap, baik itu dilakukan secara manual tulis di form atau buku ataupun secara sistem komputerisasi. Sensus harian rawat inap berisi tentang mutasi keluar masuk pasien selama 24 jam mulai dari pukul s/d Tujuannya adalah untuk mengetahui memperoleh informasi semua pasien yang masuk dan keluar rumah sakit selama 24 jam Depkes RI, 1994. Data yang diambil untuk menghitung hari perawatan dari sensus harian rawat inap adalah jumlah pasien sisa yang masih dirawat pada saat dilakukan penghitungan sensus harian rawat inap, dan data jumlah pasien yang masuk dan keluar pada hari yang sama. Meskipun saat dilakukan sensus, pasien tersebut sudah tidak ada. Jumlah pasien yang dirawat ini akan menjadi nilai hari perawatan yang digunakan untuk menghitung BOR dan TOI. Hari perawatan ini bisa memberi gambaran mengenai beban kerja dalam merawat menghitung hari perawatan Data Rumah sakit AData pasien dirawat setelah dihitung jumlah pasien masuk, dirawat dan keluar Tanggal 1 total merawat 5 pasienTanggal 2 total merawat 4 pasienTanggal 3 total merawat 1 pasienTanggal 4 total merawat 5 pasienTanggal 5 total merawat 3 pasienTanggal 6 total merawat 2 pasienTanggal 7 total merawat 5 pasien-Total Hari perawatan dalam periode 7 hari = 25Periode hari perawatan dapat berupa satuan hari, bulan dan perawatan ini berbeda dengan lama dirawat. Untuk menghitung lama dirawat dapat dibaca disini menghitung total lama dirawat untuk perhitungan indikator pelayanan rawat inap. Cara Menghitung BOR, ALVOS, TOI, BTO, GDR, NDR Indikator-indikator pelayanan rumah sakit dapat dipakai untuk mengetahui tingkat pemanfaatan, mutu, dan efisiensi pelayanan rumah sakit. Indikator-indikator berikut bersumber dari sensus harian rawat inap 1. BOR Bed Occupancy Ratio = Angka penggunaan tempat tidur BOR menurut Huffman 1994 adalah “the ratio of patient service days to inpatient bed count days in a period under consideration”. Sedangkan menurut Depkes RI 2005, BOR adalah prosentase pemakaian tempat tidur pada satuan waktu tertentu. Indikator ini memberikan gambaran tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan tempat tidur rumah sakit. Nilai parameter BOR yang ideal adalah antara 60-85% Depkes RI, 2005. Rumus BOR = Jumlah hari perawatan rumah sakit / Jumlah tempat tidur X Jumlah hari dalam satu periode X 100% 2. AVLOS Average Length of Stay = Rata-rata lamanya pasien dirawat AVLOS menurut Huffman 1994 adalah “The average hospitalization stay of inpatient discharged during the period under consideration”. AVLOS menurut Depkes RI 2005 adalah rata-rata lama rawat seorang pasien. Indikator ini disamping memberikan gambaran tingkat efisiensi, juga dapat memberikan gambaran mutu pelayanan, apabila diterapkan pada diagnosis tertentu dapat dijadikan hal yang perlu pengamatan yang lebih lanjut. Secara umum nilai AVLOS yang ideal antara 6-9 hari Depkes, 2005. Rumus AVLOS = Jumlah lama dirawat / Jumlah pasien keluar hidup + mati 3. TOI Turn Over Interval = Tenggang perputaran TOI menurut Depkes RI 2005 adalah rata-rata hari dimana tempat tidur tidak ditempati dari telah diisi ke saat terisi berikutnya. Indikator ini memberikan gambaran tingkat efisiensi penggunaan tempat tidur. Idealnya tempat tidur kosong tidak terisi pada kisaran 1-3 hari. Rumus TOI = Jumlah tempat tidur X Periode – Hari perawatan / Jumlah pasien keluar hidup +mati 4. BTO Bed Turn Over = Angka perputaran tempat tidur BTO menurut Huffman 1994 adalah “...the net effect of changed in occupancy rate and length of stay”. BTO menurut Depkes RI 2005 adalah frekuensi pemakaian tempat tidur pada satu periode, berapa kali tempat tidur dipakai dalam satu satuan waktu tertentu. Idealnya dalam satu tahun, satu tempat tidur rata-rata dipakai 40-50 kali. Rumus BTO = Jumlah pasien keluar hidup + mati / Jumlah tempat tidur 5. NDR Net Death Rate NDR menurut Depkes RI 2005 adalah angka kematian 48 jam setelah dirawat untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar. Indikator ini memberikan gambaran mutu pelayanan di rumah sakit. Rumus NDR = Jumlah pasien mati > 48 jam / Jumlah pasien keluar hidup + mati X 1000 ‰ 6. GDR Gross Death Rate GDR menurut Depkes RI 2005 adalah angka kematian umum untuk setiap 1000 penderita keluar. Rumus GDR = Jumlah pasien mati seluruhnya / Jumlah pasien keluar hidup + mati X 1000 ‰ Indikator Mutu pelayanan rawat inap - NDR - GDR - Prosentase Mati kurang dari 48 jam Indikator efisiensi pelayanan unit rawat inap - LOS - TOI - Ratio hari perawatan dengan perawat rawat inap Selain menggunakan beberapa indikator dan grafik yang menyajikan informasi dari data yang diolah, salah satu alat pemantau efisiensi yang dapat digunakan di unit rekam medis adalah grafik Barber Johnson, yang menempatkan empat parameter yaitu BOR, LOS, TOI dan BTO pada satu titik BOR Bed Occupancy Rate Standar 75-85% Rata-rata penggunaan tempat tidur Angkat BOR yang rendah menunjukkan kurangnya pemanfaatan fasilitas perawatan rumah sakit oleh maysarakat. Angka BOR yang tinggi >85% menunjukkan tingkat pemanfaatan tempat tidur yang tinggi sehingga perlu pengembangan RS dan penambahan tempat tidur ALOS Average Length of Stay Standar 3-12 hari Rata-rata Lama dirawat Angka LOS yang tinggi >12 hari menunjukkan tingkat ketidak efisiensinya suatu pelayanan rumah sakit TOI Turn Over Interval Standar 1-3 hari Interval penggunaan tempat tidur Angkat TOI yang tinggi >3hari menunjukkan tingkat ketidak efisiensinya penggunaan tempat tidur rumah sakit BTO Bed Turn Over Standar 30 kali Frekuensi pemakaian tempat tidur pada suatu rumah sakit Angkat BTO yang tinggi >30 kali menunjukkan tingkat ketidak efisiensinya penggunaan tempat tidur rumah sakit GDR Gross Death Rate Standar Semakin rendah GDR, berarti mutu pelayanan rumah sakit semakin baik. Angka ini bisa digunakan untuk menilai mutu pelayanan jika angka kematian Semakin rendah NDR, suatu rumah sakit berarti mutu pelayananannya semakin baik

rumus bor rumah sakit